Bengkulu – Perjalanan panjang pengabdian di dunia pemasyarakatan akhirnya mengantarkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bengkulu, Tonny Nainggolan, memasuki masa purna bakti. Momen penuh haru tersebut ditandai dengan kegiatan Pedang Pora dalam rangka pelepasan Kepala Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Senin (31/08).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pemasyarakatan di wilayah Bengkulu. Kehadiran jajaran menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Tonny Nainggolan selama menjalankan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Selama malang melintang di dunia pemasyarakatan, Tonny Nainggolan telah melalui berbagai dinamika tugas dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membangun tata kelola pemasyarakatan yang semakin profesional, berintegritas, dan humanis.
Bagi jajaran Lapas Kelas IIA Bengkulu, kepemimpinan dan arahan Tonny Nainggolan selama menjabat sebagai Kepala Kanwil Ditjenpas Bengkulu turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan tugas. Koordinasi, pembinaan, serta dukungan terhadap pelaksanaan program pemasyarakatan menjadi bagian dari kolaborasi yang terus dibangun antarunit pelaksana teknis.
Kegiatan Pedang Pora berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para pegawai dan jajaran pemasyarakatan menyampaikan penghormatan serta ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan.
Memasuki masa purna bakti bukan berarti berakhirnya sebuah pengabdian. Sebaliknya, masa tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase perjalanan sekaligus awal dari lembaran kehidupan berikutnya. Jejak dedikasi dan pengalaman yang telah ditorehkan diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas pengabdian Tonny Nainggolan selama menjalankan amanah.
“Terima kasih atas dedikasi, arahan, dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Semoga memasuki masa purna bakti, Bapak Tonny Nainggolan senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan bersama keluarga,” ungkapnya.
Pelepasan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang seorang insan pemasyarakatan yang telah mendedikasikan waktu dan pikirannya bagi kemajuan pemasyarakatan. Selamat memasuki masa purna bakti, Tonny Nainggolan. Pengabdian boleh berakhir, tetapi keteladanan akan terus menjadi bagian dari perjalanan pemasyarakatan.