Skip ke Konten

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Lapas Bengkulu Gelar Mitigasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran

1 September 2026 oleh
Bencoolenews

Bengkulu – Sebanyak 30 orang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti kegiatan Mitigasi dan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Kebakaran di Lapangan Utama Lapas Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono. Pelaksanaan kegiatan merupakan bentuk komitmen Lapas Bengkulu dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi bencana kebakaran di lingkungan pemasyarakatan.

 

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Bengkulu. Hadir sebagai pemateri, Kepala Bidang Pencegahan, Zainul Arifin, bersama tim pemadam kebakaran dan penyelamatan.

 

Dalam sesi awal, Zainul Arifin memberikan sosialisasi mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Para petugas mendapatkan pemahaman mengenai penyebab kebakaran, tindakan awal ketika terjadi kebakaran, hingga teknik pemadaman yang aman dan tepat sesuai dengan jenis sumber api.

 

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemadaman api menggunakan peralatan sederhana. Petugas diperkenalkan pada teknik pemadaman api menggunakan handuk basah sebagai salah satu metode tradisional yang dapat dilakukan untuk menangani api dalam kondisi tertentu.

 

Selanjutnya, petugas mengikuti praktik pemadaman menggunakan alat pemadam api berukuran besar. Tim Damkar memberikan arahan secara langsung mengenai cara penggunaan alat, teknik mengarahkan media pemadam, serta langkah keselamatan yang harus diperhatikan saat berada di sekitar sumber api.

 

Simulasi kemudian dilanjutkan dengan penggunaan Fire Block, yang memberikan pengalaman langsung kepada petugas dalam menghadapi kondisi kebakaran dengan metode pemadaman yang berbeda. Para peserta juga mendapatkan praktik penanganan kebocoran gas yang memicu api, sehingga petugas memahami tindakan yang perlu dilakukan apabila menghadapi situasi darurat tersebut.

 

Tidak berhenti pada simulasi pemadaman, para petugas juga diberikan kesempatan untuk merasakan langsung penggunaan peralatan pemadam kebakaran profesional. Di bawah panduan petugas Damkar, peserta secara bergantian memegang spray nozzle dan melakukan penyemprotan air langsung dari mobil pemadam kebakaran.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan petugas. Menurutnya, kemampuan menghadapi kondisi darurat harus terus dilatih agar setiap petugas mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur.

 

“Mitigasi bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memastikan setiap petugas memiliki keterampilan untuk bertindak ketika keadaan darurat benar-benar terjadi. Dengan latihan seperti ini, kami berharap kesiapsiagaan dan respons petugas terhadap potensi kebakaran semakin baik,” ujar Julianto.

 

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bengkulu berharap seluruh petugas tidak hanya memahami teori penanggulangan kebakaran, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik pemadaman secara tepat dan aman. Sinergi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

di dalam Berita
Share post ini