Bengkulu – Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu, semangat untuk berubah terus dipupuk melalui berbagai kegiatan positif. Salah satunya terlihat saat ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Blok B dan Blok C mengikuti kegiatan senam bersama yang dipandu oleh tiga instruktur profesional di Lapangan Utama Lapas Bengkulu, Rabu (29/07).
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut bukan sekadar olahraga rutin, melainkan bagian dari upaya pembinaan jasmani dan mental agar warga binaan tetap sehat, disiplin, serta memiliki kondisi fisik yang prima selama menjalani masa pidana. Dengan iringan musik yang membangkitkan motivasi, para peserta mengikuti setiap gerakan instruktur secara kompak dan antusias.
Bagi keluarga warga binaan, kegiatan seperti ini menjadi kabar baik. Pembinaan yang diberikan Lapas Bengkulu tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis para warga binaan. Kondisi tubuh yang sehat diyakini mampu mendukung proses pembinaan kepribadian sehingga mereka lebih siap kembali menjadi bagian dari masyarakat setelah bebas nanti.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pembinaan yang berkualitas harus menyentuh seluruh aspek kehidupan warga binaan, termasuk kesehatan jasmani.
"Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh hak pembinaan secara optimal. Kesehatan fisik merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter yang disiplin, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Keluarga juga perlu mengetahui bahwa orang-orang yang mereka cintai tetap mendapatkan pembinaan yang positif selama berada di Lapas," ujar Julianto.
Melibatkan instruktur profesional dalam kegiatan olahraga menjadi salah satu bentuk keseriusan Lapas Bengkulu dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas. Selain meningkatkan kebugaran, senam bersama juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga binaan, mengurangi tingkat stres, serta menciptakan suasana pemasyarakatan yang kondusif.
Program pembinaan fisik seperti ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Bengkulu dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga binaan. Sejalan dengan semangat pemasyarakatan modern, Lapas Bengkulu terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong perubahan perilaku, pembentukan karakter, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalankan peran positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Lapas Bengkulu ingin menyampaikan pesan kepada keluarga warga binaan bahwa proses pembinaan terus berjalan secara manusiawi, terarah, dan berkesinambungan. Harapannya, saat masa pidana berakhir, warga binaan tidak hanya kembali dalam keadaan sehat, tetapi juga memiliki semangat baru untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama keluarga.