Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran di lingkungan lapas. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu, Senin (31/08).
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menerima audiensi Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Zainul Arifin, beserta jajaran. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan bencana kebakaran sekaligus pemetaan terhadap potensi risiko kebakaran di sejumlah area dan bangunan Lapas Bengkulu.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak melakukan pembahasan mengenai langkah-langkah pencegahan, penanggulangan, serta kesiapan petugas dalam menghadapi kondisi darurat. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang memiliki potensi risiko, akses evakuasi, sarana pendukung pemadaman, hingga pola koordinasi yang perlu diterapkan apabila terjadi keadaan darurat.
Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan seluruh penghuni serta petugas di lingkungan pemasyarakatan.
> “Kesiapsiagaan bukan hanya ketika terjadi bencana, tetapi harus dibangun melalui pencegahan, pemetaan risiko, peningkatan kemampuan petugas, dan latihan secara berkala. Karena itu, sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran sangat penting agar seluruh jajaran memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Julianto.
Selain membahas rencana simulasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas mengenai faktor penyebab kebakaran, langkah pencegahan, penggunaan sarana pemadam kebakaran, prosedur evakuasi, serta tindakan awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Zainul Arifin, menyampaikan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui edukasi dan latihan. Menurutnya, kesiapan menghadapi kebakaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana pemadam, tetapi juga pada pemahaman dan respons cepat personel ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui koordinasi tersebut, Lapas Bengkulu dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu berkomitmen memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan bencana kebakaran. Rencana simulasi diharapkan dapat menjadi sarana untuk menguji kesiapan petugas sekaligus mengevaluasi prosedur tanggap darurat yang diterapkan di lingkungan Lapas Bengkulu.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, dengan mengedepankan aspek keselamatan petugas maupun warga binaan.