BENGKULU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus menghadirkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Setelah mengembangkan peternakan kambing, kini Lapas Bengkulu kembali menghadirkan program peternakan ayam Arab sebagai bagian dari optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 20 ekor ayam Arab mulai dipelihara di kandang yang berada di kawasan SAE di luar area utama Lapas, Senin (13/07/2026). Program ini dirancang sebagai media pembelajaran keterampilan beternak bagi warga binaan sekaligus menjadi langkah produktif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menjelaskan bahwa pengembangan peternakan ayam Arab merupakan bagian dari komitmen Lapas Bengkulu dalam menciptakan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian.
"Peternakan ayam Arab ini menjadi salah satu inovasi pembinaan yang kami kembangkan. Selain memberikan keterampilan beternak kepada warga binaan, program ini juga diharapkan mampu menghasilkan produk berupa telur yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan," ujar Julianto.
Ayam Arab dipilih karena dikenal sebagai jenis ayam petelur yang produktif, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta relatif mudah dipelihara. Ke depan, hasil peternakan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus dikembangkan sebagai produk pembinaan yang bernilai ekonomis.
Program ini juga melengkapi berbagai unit pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Bengkulu, seperti pertanian, perkebunan, peternakan kambing, serta berbagai pelatihan keterampilan lainnya. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembekalan warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pengembangan peternakan ayam Arab ini, Lapas Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia, serta selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.