BENGKULU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian warga binaan. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah program peternakan kambing yang menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan di area SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) luar Lapas.
Sebanyak 14 ekor kambing saat ini dipelihara di kandang yang berada di kawasan SAE luar Lapas Bengkulu. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai media pembelajaran peternakan bagi warga binaan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Setiap pagi, kambing-kambing tersebut dilepas di area brandgang luar untuk merumput secara alami. Selain memenuhi kebutuhan pakan ternak, metode ini juga berfungsi sebagai pengendali gulma sehingga kebersihan dan kerapihan kawasan sekitar Lapas tetap terjaga tanpa bergantung sepenuhnya pada pembersihan secara manual.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menjelaskan bahwa program peternakan kambing merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
"Peternakan kambing ini kami hadirkan sebagai sarana pembinaan yang produktif. Selain memberikan bekal keterampilan beternak kepada warga binaan, keberadaan kambing juga membantu menjaga kebersihan area luar Lapas dengan mengendalikan pertumbuhan gulma secara alami. Program ini menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya yang efektif dan bernilai ekonomi," ujar Julianto.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman praktis mengenai pemeliharaan ternak, mulai dari pemberian pakan, perawatan kandang, hingga menjaga kesehatan hewan. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Program peternakan kambing melengkapi berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang telah lebih dahulu dikembangkan Lapas Bengkulu, seperti budidaya tanaman, peternakan unggas, serta berbagai unit produksi lainnya yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan.
Pelaksanaan program ini juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan pemasyarakatan yang lebih produktif.
Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan sumber daya yang dimiliki.