Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bengkulu, Andri Trisno, pada hari ini. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam pengembangan olahraga futsal di lingkungan Lapas Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, Andri Trisno menyerahkan bantuan berupa bola futsal dari AFP Bengkulu kepada Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Bengkulu, Muhammad Aris. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan latihan dan meningkatkan semangat para WBP dalam berolahraga.
Usai penyerahan bantuan, Andri Trisno berkesempatan bertemu langsung dengan anggota tim futsal WBP Lapas Bengkulu. Di hadapan para peserta, ia memberikan arahan serta motivasi agar terus mengembangkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim dalam setiap kegiatan olahraga yang dijalankan.
“Futsal bukan hanya tentang pertandingan dan kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta kebersamaan. Saya berharap teman-teman di sini tetap semangat berlatih dan menjadikan olahraga sebagai kegiatan yang positif,” ujar Andri Trisno.
Sementara itu, Muhammad Aris menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan AFP Bengkulu kepada Lapas Kelas IIA Bengkulu. Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak sangat penting dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Ketua AFP Bengkulu. Dukungan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus aktif dalam kegiatan pembinaan, khususnya di bidang olahraga,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.