Bengkulu - Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak begitu cepat di era digital, membangun komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Berangkat dari semangat tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi dari Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Ketua AMJ, Wibowo Susilo, bersama puluhan perwakilan media online dan media sosial di Aula Utama Lapas Kelas IIA Bengkulu, Jumat (17/07).
Kehadiran rombongan AMJ disambut hangat oleh Kalapas yang didampingi jajaran pejabat struktural Lapas Bengkulu. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif, mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kalapas Julianto Budhi Prasetyono menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara institusi pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan humanis.
"Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi mitra yang mampu menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai program pembinaan di dalam lapas. Sinergi yang baik akan melahirkan informasi yang objektif sekaligus membangun optimisme publik terhadap proses pembinaan warga binaan," ungkap Julianto.
Sementara itu, Ketua AMJ Bengkulu, Wibowo Susilo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan jajaran Lapas Kelas IIA Bengkulu. Ia berharap silaturahmi ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara insan pers dengan Lapas dalam menghadirkan pemberitaan yang faktual, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol eratnya hubungan kemitraan, Ketua AMJ menyerahkan cendera mata kepada Kalapas Julianto Budhi Prasetyono. Momen tersebut menjadi penanda komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan fungsi masing-masing demi kepentingan publik.
Diketahui, Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) resmi berdiri pada Februari 2026 dan kini menjadi salah satu organisasi media dengan jumlah anggota terbanyak di Provinsi Bengkulu. Kehadiran AMJ diharapkan mampu memperkuat profesionalisme insan pers sekaligus menjadi mitra strategis berbagai institusi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Audiensi ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa keterbukaan, kolaborasi, dan komunikasi yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dari balik tembok pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan warga binaan, tetapi juga melalui kemitraan yang erat dengan media sebagai penyampai suara kepada publik.