Bengkulu – Usai pelaksanaan Pekan Disiplin, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali memperkuat langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban melalui razia insidental di blok hunian warga binaan, Kamis (27/08).
Kegiatan razia menyasar Blok A, yang merupakan salah satu blok hunian dengan pengawasan terkait potensi penyalahgunaan narkoba. Razia dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, dan diikuti oleh seluruh peserta apel Pekan Disiplin.
Sebanyak 28 kamar hunian yang berada di Blok A diperiksa secara menyeluruh. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kamar dan lingkungan blok guna memastikan tidak terdapat benda-benda terlarang maupun barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Kepala Lapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa razia insidental merupakan bagian dari upaya preventif dan deteksi dini untuk menjaga kondisi Lapas tetap aman, tertib, serta bebas dari barang-barang terlarang.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan akan terus dilaksanakan secara berkala maupun insidental sebagai langkah deteksi dini,” tegas Julianto.
Dalam pelaksanaan razia, petugas menemukan sejumlah benda yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Seluruh barang temuan tersebut kemudian langsung dimusnahkan setelah proses pemeriksaan selesai sebagai bentuk ketegasan terhadap aturan dan komitmen Lapas dalam mencegah masuk serta beredarnya barang terlarang.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Razia insidental ini sekaligus menjadi penguatan terhadap pelaksanaan pengamanan, khususnya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba serta berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.