Bengkulu – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, didampingi jajaran pejabat struktural, menerima kedatangan empat taruna/i dari Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas) di ruang rapat Lapas Kelas IIA Bengkulu, Jumat (19/06).
Empat taruna/i tersebut terdiri dari dua taruna dan dua taruni yang akan melaksanakan kegiatan akademik di Lapas Kelas IIA Bengkulu. Kegiatan yang dijalankan meliputi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Taruna Tingkat III dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi Taruna Tingkat II sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kompetensi di bidang pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Bengkulu, Hilmawan Indra Waskito, ditunjuk sebagai mentor, sementara Kasubsi Keamanan, M. Ghifari Alfurqan, bertindak sebagai pembina lapangan yang akan mendampingi dan mengarahkan para taruna selama menjalankan kegiatan praktik dan pengabdian.
Pada kesempatan itu, Kalapas Bengkulu menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para taruna/i. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalani masa praktik di lapangan.
“Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan sampai terbawa oleh situasi dan kondisi yang kurang baik sehingga menjadi korban dari berbagai permasalahan yang dapat terjadi. Jadikan pengalaman ini sebagai sarana belajar dan pembentukan karakter sebagai insan pengayoman yang berintegritas,” pesan Julianto.
Selain itu, Kalapas juga mengingatkan agar para taruna/i aktif bersosialisasi dan memanfaatkan kesempatan untuk belajar dari seluruh bagian yang ada di Lapas Kelas IIA Bengkulu tanpa membedakan latar belakang maupun jabatan pegawai.
“Belajarlah dari semua bagian yang ada di Lapas. Perluas wawasan dan pengalaman dengan berinteraksi secara baik kepada seluruh pegawai. Laksanakan seluruh aktivitas sesuai koridor, aturan, serta jadwal yang telah ditetapkan agar kegiatan berjalan tertib dan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.
Kehadiran taruna/i Poltekimipas diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran yang efektif dalam membentuk sumber daya manusia pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Kegiatan penerimaan berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi perkenalan serta pengarahan teknis terkait pelaksanaan KKN dan PKL di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkulu.