Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hari ini, sebanyak 40 WBP Mapenaling (Masa Pengenalan Lingkungan) mengikuti kegiatan skrining HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu.
Kegiatan skrining ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit menular sekaligus memastikan kondisi kesehatan WBP sejak awal menjalani masa pembinaan di Lapas Bengkulu. Pemeriksaan dilakukan secara terarah oleh tenaga kesehatan dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan dan pelayanan yang humanis.
Sebanyak 40 WBP Mapenaling mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini. Selain pemeriksaan, para WBP juga mendapatkan edukasi mengenai HIV dan IMS, cara pencegahan penularan, pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa skrining kesehatan bagi WBP, khususnya mereka yang baru memasuki lingkungan pemasyarakatan, merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan individu sekaligus menciptakan lingkungan Lapas yang sehat.
“Kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Melalui skrining ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan WBP dapat diketahui sejak dini sehingga apabila ditemukan indikasi tertentu, dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Kalapas.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam memenuhi hak dasar WBP di bidang kesehatan serta mendukung terciptanya penyelenggaraan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif.
Dengan dilaksanakannya skrining HIV dan IMS secara berkala, diharapkan kondisi kesehatan WBP dapat terus terpantau dan setiap potensi penyakit menular dapat ditangani sedini mungkin, sehingga proses pembinaan di Lapas Kelas IIA Bengkulu dapat berjalan secara optimal.