Skip ke Konten

Demi Integritas Tanpa Celah, Lapas Bengkulu Perkuat Pengamanan Loker Penitipan Handphone Pegawai

15 Juli 2026 oleh
Bencoolenews

Bengkulu – Komitmen menjaga integritas tidak selalu diwujudkan melalui langkah-langkah besar. Terkadang, penguatan dimulai dari hal yang tampak sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap terciptanya tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

 

Rabu (15/07), Tim Umum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu melaksanakan perbaikan kunci loker penitipan handphone pegawai yang berada di area Pengamanan Pintu Utama (P2U). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemeliharaan sarana pendukung keamanan sekaligus memastikan kebijakan larangan membawa telepon genggam ke dalam area steril Lapas dapat berjalan secara optimal.

 

Perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut atas komitmen Lapas Bengkulu dalam memperkuat sistem pengamanan internal. Seluruh pegawai, tanpa terkecuali, diwajibkan menitipkan telepon genggam di loker yang tersedia di P2U sebelum memasuki area dalam Lapas. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua jajaran, termasuk Kepala Lapas, sebagai wujud penerapan prinsip keteladanan dan kesetaraan dalam penegakan disiplin.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa keberhasilan membangun pemasyarakatan yang bersih dimulai dari kedisiplinan aparatur dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

 

"Keamanan bukan hanya tentang pagar yang kokoh atau kamera pengawas yang canggih, tetapi juga lahir dari kepatuhan setiap insan pemasyarakatan terhadap aturan. Perbaikan fasilitas sekecil apa pun merupakan bentuk keseriusan kami menjaga integritas dan menutup setiap celah yang berpotensi menimbulkan pelanggaran," tegasnya.

 

Perbaikan kunci loker juga menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi seluruh pegawai saat menitipkan barang pribadinya selama menjalankan tugas. Dengan fasilitas yang terawat dan berfungsi baik, proses penitipan handphone dapat berlangsung tertib, aman, dan akuntabel.

 

Lapas Bengkulu terus berkomitmen membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan profesional. Pemeliharaan sarana pendukung keamanan menjadi salah satu bentuk nyata implementasi penguatan tata kelola organisasi yang sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat sistem pengamanan serta mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan.

 

Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, Lapas Bengkulu kembali menegaskan bahwa menjaga kepercayaan masyarakat dimulai dari memastikan setiap aturan dipatuhi, setiap fasilitas terpelihara, dan setiap celah risiko ditutup sejak dini. Integritas bukan sekadar slogan, melainkan kebiasaan yang dibangun dari tindakan nyata setiap hari.

di dalam Berita
Share post ini