Skip ke Konten

Bibit Sawi Manis Mulai Tumbuh, Lapas Bengkulu Optimalkan Hidroponik untuk Dukung Ketahanan Pangan

4 Agustus 2026 oleh
Bencoolenews

Bengkulu – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu dalam mengembangkan program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui optimalisasi pertanian berbasis hidroponik. Pada Selasa (04/08), Kasubsi Sarana Kerja Lapas Bengkulu, Yudi Chandra, melakukan peninjauan langsung terhadap instalasi hidroponik yang beberapa hari sebelumnya telah dilakukan pemindahan (transplanting) bibit sawi manis ke sistem hidroponik utama.

 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bibit sawi manis mampu beradaptasi dengan baik setelah dipindahkan dari media persemaian ke instalasi tanam. Dari hasil pemantauan, bibit menunjukkan perkembangan yang positif dengan kondisi daun yang mulai tumbuh segar dan akar yang berkembang baik.

 

Yudi Chandra menjelaskan bahwa monitoring secara rutin menjadi bagian penting dalam budidaya hidroponik. Selain mengamati pertumbuhan tanaman, petugas juga memastikan kualitas air, nutrisi, serta kondisi instalasi tetap berada pada standar yang dibutuhkan agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

 

"Perawatan setelah proses pemindahan bibit merupakan tahap yang sangat menentukan. Karena itu kami terus melakukan pemantauan agar tanaman dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal," ujarnya.

 

Program pertanian hidroponik di Lapas Bengkulu merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern yang dapat menjadi bekal produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Selain memberikan manfaat dalam aspek pembinaan, hasil budidaya hidroponik juga diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, memberikan apresiasi atas konsistensi jajaran Seksi Kegiatan Kerja dalam mengembangkan sektor pertanian modern di dalam Lapas. Menurutnya, inovasi seperti hidroponik menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga penguatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

 

Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala, Lapas Bengkulu optimistis tanaman sawi manis akan tumbuh optimal dan siap dipanen dalam beberapa pekan ke depan. Program ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan Lapas Bengkulu terhadap pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberdayaan warga binaan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

di dalam Berita
Share post ini